Tampilkan postingan dengan label masakanku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label masakanku. Tampilkan semua postingan

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> Bunga kucaiku ...



>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> Sekar dan salah satu pot tanaman kucaiku ...



Klasifikasi tanaman Kucai :

Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas: Liliidae
Ordo: Liliales
Famili: Liliaceae (suku bawang-bawangan)
Genus: Allium
Spesies: Allium tuberosum

Ciri - ciri tanaman Kucai :

- Bentuknya seperti rumput
- Daunnya pipih
- Warna daunnya hijau tua
- Daunnya beraroma pekat seperti bawang putih

Manfaat tanaman Kucai :

Dalam keseharian,
daun kucai biasa kugunakan untuk campuran adonan tempe mendoan.

Kabarnya,
tanaman kucai adalah tanaman anti hipertensi (tekanan darah tinggi),
seperti halnya daun seledri.

Tanaman Kucai juga bisa berfungsi sebagai pestisida alami / organik,
untuk memberantas hama yang biasanya menyerang tanaman mentimun.


Resep Tempe Mendoan :

Bahan:

* 250 gr tempe, iris tipis
* 100 gr tepung beras
* beberapa batang kucai (tergantung selera), potong kecil-kecil
* 125 ml air
* minyak sayur, untuk menggoreng

Haluskan:

* 1 sdt ketumbar
* 1 siung bawang putih
* 1 siung bawang merah
* garam secukupnya
* penyedap secukupnya

Cara membuatnya:

* Campur bumbu halus dengan tepung beras
* Aduk rata sambil dituang air sedikit demi sedikit
* Aduk terus hingga rata
* Masukkan potongan kucainya, aduk pula hingga rata
* Panaskan minyak di penggorengan.
* Celupkan tempe satu persatu ke dalam adonan tepung
* Goreng dalam minyak panas hingga adonan tepung membeku tetapi belum mengeras, matang tetapi tidak kuning atau kering. Angkat, tiriskan
* Angkat dan sajikan dengan cabe rawit / sambal tomat / sambal hijau plus kecap manis

Hmmm ... yummy ...

jadi ingat masa-masa di sma ...
sehabis olah raga, kami pergi bersama ke kantin belakang sekolah ...
antri ... menunggu tempe mendoan hangat ...
makan mendoan yg dicampur dengan sambal hijau plus kecap manis ...

Sekar dan Lidah Buaya kami ...


Klasifikasi

Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Ordo : Asparagales
Famili : Asphodelaceae
Genus : Aloe
Spesies : Aloe vera L.


Bentuk tanaman lidah buaya

Lidah buaya merupakan tumbuhan liar di tempat yang berhawa panas atau ditanam orang di pot dan pekarangan rumah sebagai tanaman hias. Memiliki bentuk yang menyerupai kaktus. Daunnya agak runcing berbentuk taji, tebal, getas, tepinya bergerigi/ berduri kecil, permukaan berbintik-bintik, panjang 15-36 cm, lebar 2-6 cm, sedangkan bagian dalamnya berupa getah yang berwarna bening.

Pada umumnya lidah buaya dikenal luas sebagai sebagai obat penyubur rambut. Selain itu, lidah buaya memiliki banyak khasiat obat lainnya seperti obat penyembuh luka bakar, sembelit, sakit kepala, batuk rejan, dan banyak lainnya. Antioksidan yang dimiliki lidah buaya berkhasiat sebagai pencegah penuaan dini, serangan jantung, dan berbagai penyakit degeneratif.


Zat Yang Terkandung Dalam Lidah Buaya

Kandungan kimia dalam lidah buaya berupa : Aloin, barbaloin, isobarbaloin, aloe-emodin, aloenin, aloesin.

Kandungan Zat Gizi dalam lidah buaya berupa : vitamin A, B1, B2, B3, B12, C, E, choline, inositol dan asam folat. Kandungan mineralnya antara lain terdiri dari: kalsium (Ca), magnesium (Mg), potasium (K), sodium (Na), besi (Fe), zinc (Zn), dan kromium (Cr).

Sedangkan daun lidah buaya segar mengandung enzim amilase, catalase, cellulase, carboxypeptidase, dan lain-lain, serta mengandung sejumlah asam amino arginin, asparagin, asam aspartat, alanin, serin, valin, glutamat, treonin, glisin, lisin, prolin, hisudin, leusin dan isoleusin.


Penggunaan sebagai obat bagian luar tubuh:

1. Penyubur rambut

Ambil beberapa daun lidah buaya segar lalu belah dan ambil bagian dalamnya yang mirip dengan agar-agar. Kemudian gosok-gosokkan ke kulit kepala selama beberapa menit sesudah mandi sore. Kemudian dibungkus dengan kain. Esok harinya rambut dicuci. Lakukan setiap hari selama 3 bulan untuk hasil memuaskan.

2. Luka Bakar atau tersiram air / minyak panas

Cuci bersih daun lidah buaya, ambil bagian dalam lalu tempelkan pada bagian yang terbakar atau yang terkena air / minyak panas.

3. Bisul

Ambil daun lidah buaya lalu lumatkan kemudian tambahkan sedikit garam lalu tempel pada bisul.

Penggunaan sebagai obat bagian dalam tubuh:

1. Kecing manis (diabetes)

Lidah buaya dapat mengobati penyakit kecing manis (diabetes), adapun racikannya sebagai berikut: rebus potong-potongan daun lidah buaya yang telah dicuci bersih sebeluumnya dengan tiga gelas air hingga menjadi satu setengah gelas. Minum sehari tiga kali per setengah gelas sehabis makan.

2. Batu rejan

Batuk rejan (batuk tidak henti-hentinya) dapat diobati dengan cara merebus daun lidah buaya yang telah dibersihkan sebelumnya lalu ditambah gula sebelum di minum.

3. Wasir (Ambeien)

Wasir dapat diobati dengan cara memarut setengah batang lidah buaya yang telah dihilangkan duri-durinya sebelumnya lalu tambahkan setengah cangkir air matang dan 2 sendok madu, aduk dan saring lalu minum tiga kali sehari.

Setup Lidah Buaya

Bahan :

* Daun Lidah Buaya
* Air
* Gula pasir
* Jeruk nipis

Cara membuat :

1. Ambil daun Lidah Buaya, buang kulit hijaunya dan sisihkan daging daun yang berwarna bening
2. Potong kecil daging daun Lidah Buaya, tempatkan dalam wadah yang bersih setelah dicuci dengan air bersih
3. Siapkan air mendidih dan rebus daging daun Lidah Buaya selama kurang lebih 3 menit, ambil dan tiriskan
4. Masukkan daging daun Lidah Buaya tersebut ke dalam gelas ( secukupnya ) dan campur dengan air gula
5. Setup Lidah Buaya siap dihidangkan.

Agar lebih segar bisa ditambahkan sedikit perasan jeruk nipis.
Tumis Pakis Udang Kering

Ingin menyajikan masakan berbeda untuk keluarga?
Tumis pakis udang kering bisa dijadikan pilihan.


Bahan-Bahan:

- 1 kg pakis muda, ambil pucuknya

- 30 gram udang kering, rendam air panas hingga lunak, haluskan

- 2 lembar daun salam

- 2 buah lengkuas, iris tipis

- 1 buah tomat, iris panjang

- 100 ml air

- Margarin secukupnya

Bumbu yang dihaluskan:

- 10 cabe merah keriting

- 5 siung bawang merah

- 2 siung bawang putih

- 1 sendok teh gula merah

- 1 sendok teh garam

Cara membuat:

- Panaskan mentega, tumis bumbu halus, lengkuas, dan daun salam

- Masukan ebi yang sudah dihaluskan, masak hingga matang dan harum

- Masukkan pakis, tomat, air, masak hingga bumbu meresap dengan api kecil

- Jika pakis sudah matang, angkat. Siap untuk disajikan.


.....................................................................................

membaca resep Tumis Pakis (daun tumbuhan paku yang masih muda)...

aku jadi ingat masa kecilku ...

saat aku masih duduk di bangku SD
aku sering mengisi kesendirianku dengan kegiatan ini,

menyusuri tepian Sungai Kranji ...
berjalan di pematang sawah yang menghijau
sambil bersenandung riang
aku memetiki daun - daun pakis muda yang tumbuh liar di tepian sungai
seikat daun pakis hasil petikan sendiri, kubawa pulang ke rumah

sesampainya di rumah ...
tangan mungilku dengan cekatan meracik bumbu ...
menumis bumbu dan daun - daun pakis muda tadi ...

hmmm ... harum tumis daun pakis muda ...
wow ... sedapnya ...


.....................................................................................

aku juga ingat ...
dulu , aku suka menyiapkan besek (wadah kotak dari anyaman bambu)
kuikat besek itu dengan tali rafia di empat sisi
kubawa besek itu ke tepian sungai ...

kucari bekicot (siput darat)di kebun
kupecahkan cangkang - cangkang bekicot dengan batu
kucacah bekicot - bekicot itu jadi potongan kecil - kecil
kuletakkan dengan rapi di dalam besek
kutata batu - batu kali di atas cacahan bekicot

kemudian ...

aku berdiri di atas batu cadas di tepian sungai
kumasukkan pelan - pelan besek tadi ke dalam air yang tenang
kutunggu beberapa saat ...
kutarik pelan - pelan besek ke permukaan air ...
hup ! dalam sekejap ... besek tadi sudah mendarat di sampingku ...

wow ...
aku ingat dulu ...
betapa senangnya aku ...
mendapatkan berpuluh - puluh udang sungai menggelepar di dalam besekku

kenangan yang indah ...
memasak udang sungai hasil tangkapan sendiri ...

.....
waktu itu ...
sungai Kranji masih begitu jernihnya
dasar sungai masih begitu jelas terlihat

whahahaha ...
aku jadi ingat ibuku ...
bagaimana marahnya ibuku waktu itu ...
anak perempuannya , ketahuan suka memasak daun pakis dan udang sungai ...
"kayak gak bisa beli sayur dan udang di pasar !!!!! ", begitu teriak ibuku

ibu ...
sungguh ...
rasanya lain ...
pakis liar dan udang sungai ,
sungguh lezat ...

hmmmm ...
ibuku tak mau mengerti ,
waktu itu ...

ibuku wanita karier ...
waktunya habis untuk kerja , dari pagi hingga petang ...
kami di rumah hanya ditemani pembantu rumah tangga ...
yang seringkali tak begitu peduli ...


memory waktu kecil ...
di tepian Sungai Kranji
Jl. Dr. Angka Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia